Home » News

Study Kelayakan Balai Latihan Kerja Terpadu
Tue, 03/13/2012 14:24:24

Latar Belakang

  • Globalisasi ekonomi dan perdagangan, telah memacu perubahan struktur ekonomi dan industri yang secara otomatis akan mempengaruhi struktur kebutuhan tenaga kerja, baik jenis maupun kualifikasinya. Kecenderungan industri saat ini membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional, regional dan internasional.

 

  • Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan ketenagakerjaan yang sangat komplek. Jumlah penganguran yang secara akumulatif terus meningkat tajam sejalan dengan peningkatan jumlah lulusan sekolah. Sebaliknya, upaya pemberdayaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada belum optimal dalam membekali pencari kerja untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak. BLK sebagai salah satu instrumen pengembangan sumberdaya manusia yang diharapkan dapat menjadi "Agent of Change" untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan dan etos kerja produktif, ternyata belum mampu menjalankan fungsinya secara maksimal dan memberikan kontribusinya secara optimal guna menghasilkan tenaga kerja kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan dalam rangka mengatasi pengangguran.

 

  • Lembaga Pelatihan Kerja/Balai Laatihan Kerja (BLK) sebagai salah satu instrumen peningkatan kompetensi tenaga kerja mempunyai peranan yang sangat penting dalam mentransformasikan pengetahuan, keterampilan dan etos kerja produktif, dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Sejalan dengan perubahan teknologi informasi dan sistem produksi yang begitu cepat di lingkungan industri, telah mendorong perubahan kualifikasi keterampilan tenaga kerja dengan tingkat kompetensi yang semakin tinggi.

 

  • Oleh karena itu, agar lulusan lembaga pelatihan dapat terserap di pasar kerja, lembaga pelatihan dituntut untuk merubah paradigma dari pelatihan konvensional (supply driven) yang bersifat birokratis, sentralistis serta berorientasi pada proyek, menuju pelatihan yang fleksibel, kompetitif, responsif serta berorientasi pada kebutuhan pasar kerja (demand driven) dan mampu mendayagunakan sumberdaya pelatihan secara efisien dan efektif. Untuk menjaga eksistensi dan pertumbuhannya, maka lembaga pelatihan kerja tidak lagi cukup mengandalkan sumber-sumber konvensionalnya, tetapi harus mampu menggali, mendayagunakan dan mengembangkan sumber-sumber dan peluang baru yang menjamin tersedianya sumber keuangan untuk mendanai operasional pelatihan.

 

  • Kondisi BLK saat ini berdasarkan hasil pemetaan (mapping) yang dilakukan oleh Ditjen Binalattas (2006) bahwa pada umumnya kualitas lulusan BLK belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja (demand driven) karena program pelatihan masih konvensional dan belum berbasiskan kompetensi (CBT), sarana dan prasarana pelatihan yang kurang memadai dan tidak dipelihara dengan baik serta tenaga kepelatihan dan instruktur yang kurang kompeten. Oleh karena itu, pemerintah (Depnakertrans) telah membuat sebuah aturan dan panduan standar minimum BLK, sebagai acuan bagi pemerintah dan para pengelola BLK dalam rangka merevitalisasi BLK sebagai lembaga pelatihan kerja yang kredibel dan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten serta mampu bersaing di tingkat nasional, regional dan internasional.

 

  • PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) yang disingkat PT. KBN merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola kawasan industri yang memiliki status berikat dan berfungsi sebagai kawasan proses eksport (export processing zone - EPZ) dan kawasan industri non berikat serta industri terpadu termasuk pergudangan berikat, gudang umum, industri umum dan pelayanan logistik. PT KBN mempunyai visi “ Menjadi Kawasan Industri yang Berwawasan Lingkungan, Pilihan Utama dan Terpercaya”. 

 

  • PT KBN menyediakan 3 (tiga) lokasi kawasan industri yang paling strategis di Jakarta untuk investasi, usaha manufaktur dan logistik yang sangat dekat dengan akses Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) untuk menuju pelabuhan laut maupun pelabuhan udara. Ketiga lokasi strategis tersebut adalah  Kawasan Cakung seluas 176,7 Ha, Kawasan Marunda seluas 413,8 Ha dan Kawasan Tanjung Priok seluas 8 Ha. PT KBN juga menyediakan properti siap pakai berupa penyewaan gedung pabrik standar serta jasa pelayanan logistik berupa pelayanan terpadu untuk pergudangan berikat dan pergudangan umum, penyediaan depo kontener, serta pelayanan forwarding............

« Kembali ke arsip News

Sun, 12/14/2014 08:17:00
Tes Psikologi Tertulis Dan Wawancara Calon Karya Siswa(CKS) Calon Peserta Tugas Belajar (CPTB) Tahun 2015, Kementerian Ristek dan Teknologi, Pelaksanaan Tes Psikologi Tertulis dan Wawancara Calon Karya Siswa (CKS) / Calon Peserta Tugas Belajar (CPTB). read more

Fri, 02/07/2014 15:34:13
Penyusunan Studi Penerapan Activity Based Costing (ABC) AP2 2013

PT. Pacific Rekanprima bekerjasama dengan PT. Daya Makara UI dalam Rangka Pembuatan Konsep Penyusunan Studi Penerapan Activity Based Costing (ABC) PT. Angkasa Pura II (Persero) Tahun 2013.


 

read more

Fri, 02/07/2014 15:18:19
Pembuatan Buku Prestasi Dan Cabang Olahraga Unggulan PPLP dan PPLM 2012 & 2013

PT. Pacific Rekanprima bekerjasama dengan PT. Daya Makara UI untuk penyusunan dan pembuatan buku "Data Dan Informasi" Prestasi Dan Cabang Olahraga Unggulan PPLP dan PPLM tahun 2012 dan 2013


 

read more