Home » News

Penyusunan Studi Penerapan Activity Based Costing (ABC) AP2 2013
Fri, 02/07/2014 15:34:13

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, PT Angkasa Pura selalu berusaha memaksimalkan keuntungan perusahaan melalui penjualan produk-produk yang dimilikinya. Penjualan produk dipengaruhi oleh penentuan harga jual yang didapat dengan menganalisis harga pokok produksi. Kesalahan dalam mengidentifikasi harga pokok produk dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 29 Tahun 1997 tentang Struktur dan Golongan Tarif Pelayanan Jasa Kebandaraan Pada Bandar Udara Umum menyatakan besaran tarif pelayanan kegiatan penerbangan dan pelayanan kegiatan jasa penunjang Bandar udara ditetapkan berdasarkan struktur dan golongan tarif dengan memperhatikan:

  1. Kepentingan pelayanan umum;
  2. Peningkatan mutu pelayanan jasa;
  3. Kepentingan pemakai jasa;
  4. Peningkatan kelancaran pelayanan jasa;
  5. Pengembalian biaya;
  6. Pengembangan usaha

Pengembalian biaya dan pengembangan usaha didasarkan perhitungan biaya pokok dengan keuntungan yang wajar dapat berupa penerapan tarif subsidi silang antar jenis pelayanan jasa, tarif per lokasi dan tarif tambahan.

Selanjutnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor:KM 28 Tahun 1999 tentang Mekanisme Pennetapan Tarif dan Formulasi Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Kebandaraan Pada Bandar Udara Yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Kebandaraudaraan menyatakan bahwa konsep usulan tarif berdasarkan hasil perhitungan harga pokok, kualitas pelayanan yang diberikan, jangka waktu pemberlakuan tarif yang berlaku, perbandingan tarif yang berlaku dengan biaya pokok, perbandingan dengan tarif-tarif di luar negeri.

Untuk memenuhi amanat kedua keputusan menteri perhubungan tersebut dan memastikan tarif dapat menutupi pengembalian biaya dan pengembangan usaha diperlukan perhitungan harga pokok yang akurat. Dalam menentukan harga pokok produksi ada beberapa metode yang digunakan yaitu  dengan menggunakan metode konvesional maupun metode Activity Based Costing (ABC).

Perbedaan antara sistem ABC dengan sistem kalkulasi biaya tradisional adalah :

  • ABC menggunakan aktivitas-aktivitas sebagai pemicu biaya untuk menentukan berapa besar setiap overhead tidak langsung dari setiap produk yang digunakan oleh produk tersebut. Sistem tradisional mengalokasikan overhead secara arbirer berdasarkan satu atau dua alokasi yang non representatif.
  • ABC mengkonsumsi overhead yang dapat dibagi ke dalam empat kategori: unit, batch, produk dan penopang fasilitas (facilty substaining), sedangkan sistem tradisional membagi biaya overhead ke dalam unit dan biaya yang lainnya.
  • Fokus ABC adalah pada biaya, mutu dan faktor waktu, sedangkan sistem tradisional memfokuskan pada kinerja keuangan jangka pendek sepertilaba yang akurat. Untuk itu ABC memerlukan masukan dariseluruh departemen yang ada.Harga pokok tradisional dalam menetapkannya diletakkan begitu saja, sementara Activity Based Costing menelusuri biaya berdasarkan hubungan sebab akibat.

Dalam penentuan harga pokok produksi, sistem akuntansi biaya tradisional kurang sesuai lagi untuk diterapkan di era teknologi yang modern seperti saat ini. Karena sistem ini mempunyai beberapa kelemahan. Diantaranya adalah memberikan informasi biaya yang terdistorsi. Distorsi timbul karena adanya ketidakakuratan dalam pembebanan biaya, sehingga mengakibatkan kesalahan penentuan biaya, pembuatan keputusan, perencanaan, dan pengendalian. Distorsi tersebut juga mengakibatkan undercost/overcost terhadap produk.

Activity Based Costing adalah metode penentuan harga pokok yang menelusuri biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah  cost driver (pemicu biaya) yang digunakan dalam metode  ABC lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional.  Perusahaan dapat menggunakan sistem  Activity Based Costing (ABC) untuk  menganalisis aktivitas. Penerapan ABC merupakan inovasi yang salah satunya adalah untuk mengurangi aktivitas yang tidak memberikan  nilai tambah kepada produk/jasa yang akan dihasilkan, dan mengeliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan atau yang tidak menciptakan nilai tambah.

Mengacu kepada hal-hal yang tersebut pilihan manajemen PT Angkasa Pura II untuk menerapkan metode ABC dalam penetuan harga pokok sudah sangat tepat guna memaksimalkan  keuntungan.

« Kembali ke arsip News

Sun, 12/14/2014 08:17:00
Tes Psikologi Tertulis Dan Wawancara Calon Karya Siswa(CKS) Calon Peserta Tugas Belajar (CPTB) Tahun 2015, Kementerian Ristek dan Teknologi, Pelaksanaan Tes Psikologi Tertulis dan Wawancara Calon Karya Siswa (CKS) / Calon Peserta Tugas Belajar (CPTB). read more

Fri, 02/07/2014 15:34:13
Penyusunan Studi Penerapan Activity Based Costing (ABC) AP2 2013

PT. Pacific Rekanprima bekerjasama dengan PT. Daya Makara UI dalam Rangka Pembuatan Konsep Penyusunan Studi Penerapan Activity Based Costing (ABC) PT. Angkasa Pura II (Persero) Tahun 2013.


 

read more

Fri, 02/07/2014 15:18:19
Pembuatan Buku Prestasi Dan Cabang Olahraga Unggulan PPLP dan PPLM 2012 & 2013

PT. Pacific Rekanprima bekerjasama dengan PT. Daya Makara UI untuk penyusunan dan pembuatan buku "Data Dan Informasi" Prestasi Dan Cabang Olahraga Unggulan PPLP dan PPLM tahun 2012 dan 2013


 

read more